Bagaimana pertanyaan ini: Dimanakah Insitut Teknik Negri harus dibangun? Dapat dijawab selain: di Bandoeng. Disamping pertanyaan ini, pendapat Tillema, ahli kesehatan di pesisir Jawa yang kenal betul kota Bandoeng juga penting. Tillema: “Tiap orang yang pernah tinggal dan bekerja di kota-kota pesisir yang sangat panas dan tidak sehat itu pasti tahu bahwa bekerja di tempat sejuk dengan sedikit nyamuk lebih menarik! Setiap kepala bagian juga tahu bagaimana pegawainya banyak yang sakit tiap tahun. Jumlah pegawai yang sakit tiap hari di pesisir itu banyak. Depresi, malaria dan epidemi lainnya membawa pengaruh buruk kinerja perusahaan dan membuat para manager putus asa.”

“Desain Institut Teknik itu harus di tempat yang dosen dan mahasiswanya dapat bekerja dan belajar dengan nyaman.”

Foto 12

Vergelijkende temperatuurschaal  Batavia – Bandoeng.
Vergelijkende temperatuurschaal Batavia – Bandoeng.

“Di Hindia Belanda hanya ada sedikit kota yang memenuhi persyaratan diatas. Batavia dan Surabaya bisa langsung dicoret sebagai pilihan. Tempat tinggal saya yang lama, Semarang juga menarik untuk tempat tinggal dengan gunungnya tetapi tidak memenuhi syarat lainnya seperti Bandoeng. Dengan berat hati dan sejujurnya, saya ini yang merasa seperti orang Semarang asli, tidak dapat mengusulkan Semarang menjadi lokasi insitut ini. Hanya Bandoeng, dan Bandoeng saja, yang memenuhi syarat dan kebutuhan untuk kesehatan dan lingkungan.”

“Saya harap sepenuh hati, siapapun yang memutuskan letak Institut Teknik ini, ia akan memperhatikan syarat kesehatan dan sanitasi.”

“Yang pasti, pemerintah harus memperhatikan dan mengubah sistem sanitasi di kota-kota pesisir tidak sehat itu. Anggaran tahunan harus dicairkan untuk pemeliharaan. Semakin besar suatu kota, semakin banyak anggaran tetapnya tiap tahun. Maka dari itu, buatlah tempat-tempat yang sehat itu tidak lebih besar dari yang diperlukan. Peralatan dan fasilitas yang tidak diperlukan jangan dibangun. Pilihan yang tepat untuk tidak menempatkan kantor-kantor pemerintahan, kantor pusat perdagangan dan sekolah-sekolah di pesisir Jawa yang tidak sehat itu. Buatlah kota-kota yang tidak sehat itu sekecil mungkin menurut syarat ekonomi yang berlaku supaya dengan biaya dan usaha yang relatif kecil kota-kota ini dapat menjadi sehat dan tetap sehat. Semua yang tidak perlu ada disana, tempatkan di gunung, di tengah-tengah pegunungan di Jawa. Karena di sanalah pemukiman itu sehat dan nyaman untuk bekerja.” Sekian usul bapak Tillema.

Sementara itu Pemerintah Kota Bandoeng telah menjanjikan lahan untuk lokasi Institut Teknik. Yang tidak kalah pentingnya adalah janji bapak K.A.R. Bosscha, direktur perusahaan teh di Malabar untuk menyumbang 1 ton emas sebagai bantuan pembangunan Insitut Teknik jika institut ini dibangun di Bandoeng.

Rumah Sakit Umum
Banyak yang terpanggil untuk menyumbang pembangunan kota. Pemerintah Kota Bandoeng menerima bantuan dana 100.000 gulden dari Vereniging Bandoengsche Ziekenverpleging[1] ewat ketua umumnya, K.A.R. Bosscha, untuk  membangun Rumah Sakit Umum (Algemeen Gemeentelijk Ziekenhuis). Tidak lama lagi Pemerintah Kota Bandoeng akan meletakkan batu pertama untuk pembangunan rumah sakit ini. Rumah sakit umum ini desainnya modern dan luas, mempunyai tempat untuk 200 pasien. Dana pembangunan rumah sakit ini totalnya 600.000 gulden dan sudah cair.

Tanda simpati untuk Bandoeng juga ada dari warisan bapak F.A. Zuur, dana sebesar 50.000 gulden. Dana ini sebaiknya digunakan untuk fasilitas nasional di Bandoeng (gedung opera, museum atau Institut Teknik).

Bergmeer Sitoe Tjileuntja.
Bergmeer Sitoe Tjileuntja.

Tempat tinggal
Tempat tinggal dan hal lainnya yang berhubungan dengan warga negara adalah urusan Pemerintah Kota. Pemerintah Kota dituntut untuk mewujudkan harapan warganya. Selain itu Pemerintah Kota Bandoeng juga harus membangun kota hingga menjadi tempat tinggal yang menarik orang luar. Daya tarik Bandoeng yang sangat besar itu dilihat dari pesatnya pertumbuhan penduduk, teristimewa orang Eropa. Menurut daftar penduduk khusus Eropa Bandoeng mempunya 7300 penduduk Eropa, beberapa tahun lalu jumlahnya masih 4000 orang dan di tahun 1905 hanya 2200 orang!

Groote Posweg met Sociëteit.
Groote Posweg met Sociëteit.

Angka perbandingan jumlah penduduk dengan kaum pribumi dan Cina, yang ditaksir sekitar 55.000 (pribumi) dan 10.000 (Cina) sayangnya tidak ada.

Hal yang paling banyak dibicarakan orang tentang pertumbuhan Bandoeng yang cepat ini adalah data dari kereta api dari tahun 1884 – 1916.

Bandoeng
Tahun Jumlah penumpang Paket dalam kg Kargo dalam ton
1884 32.000 36.800 9.250
1894 87.000 64.300 13.300
1904 671.000 327.400 88.600
1914 1.307.000 1648.600 244.700
1916 1.568.000 Data tidak ada 295.000
Agentschap Nederl. Handel Maatschappij.
Agentschap Nederl. Handel Maatschappij.
Pasar (markt) bedrijf.
Pasar (markt) bedrijf.

Walaupun tidak mempunyai gedung opera yang modern (sebentar lagi akan dibangun) tetapi hiburan dan kehidupan malam di Bandoeng juga menarik. Warga Bandoeng wajib membayar pajak Pemerintah Kota 10% untuk hiburan umum. Di tahun 1918 Pemerintah Kota Bandoeng mendapat pemasukan dari pajak hiburan sebesar setengah juta gulden! Yang menarik untuk hiburan di Bandoeng adalah 4 bioskop dan gedung pesta disebelahnya.

Ada tiga buah pasar pemerintah di Bandung.
Ada tiga buah pasar pemerintah di Bandung.
Ruim Bandoeng.
Ruim Bandoeng.

Untuk berolahraga, Bandoeng adalah tempatnya. Sepak bola, tenis dan kriket nyaman dimainkan di iklim sejuk ini. Pemerintah Kota menyediakan Alun-alun untuk tempat berolahraga. Bersama dengan Bond voor Lichamelijke Opvoeding[2], emerintah Kota aktif mencari lokasi lain dan membangun fasilitas untuk olah raga. Dua kali pertahun ada perlombaan pacuan kuda di area yang istimewa. Kaum pribumi juga diijinkan hadir menonton.

Di utara Bandoeng warga dapat berjalan-jalan dan berwisata ke Lembang dan Tangkuban Perahu (krater, danau vulkanik, dan air terjun).  Penggemar berenang dapat berenang sepuasnya di satu klub renang.

Banyak hal material dan ideal menarik yang ada di Bandoeng. Jika memelihara akar budaya barat itu bisa di negri ini, maka Bandoeng adalah dasar yang paling subur. Buku ini ingin memaparkan kemungkinan tersebut.

Aloon-aloon.
Aloon-aloon.

Semoga buku ini dapat menjamin keselamatan kota ini sesuai dengan apa yang pernah ditulis Hooft[3] harapan ini berbunyi:

O Tuhan kami berdoa berkatilah kami

Supaya apa yang baru kami mulai akan berakhir dengan baik.


[1] Yayasan Keperawatan Bandoeng
[2] Badan Olah Raga dan Pendidikan
[3] P.C. Hooft, sastrawan Belanda abad 17
Advertisements