Setelah kunjungan terakhir pada bulan November 2014, hari Rabu, 5 Maret 2015, saya kembali ke Cadas Gedogan atau yang sekarang menjadi terkenal dengan nama Tebing Keraton. Kunjungan kali ini untuk keperluan sebuah program televisi, Dua Dunia dari Trans7. Belakangan ini saya beberapa kali diminta tim program ini menjadi narasumber untuk liputan beberapa lokasi di sekitar Bandung.

Menjadi nara sumber program semacam Dua Dunia kadang punya kesusahannya sendiri, beberapa kali saya minta menceritakan latar sejarah suatu lokasi yang justru tidak punya catatan sejarah. Dalam hal ini yang saya maksud bukanlah sejarah alam atau sejarah geologi lingkungan alam tertentu, karena pertanyaan yang diberikan pun tidak secara khusus mengarah ke sana. Akhirnya saya harus banyak-banyak mengumpulkan cerita yang beredar di dalam masyarakat.

Siang ini jalan menuju Tebing Keraton tidak terlalu ramai. Di pertigaan jalan setelah Warung Bandrek, dua mobil kami dicegat oleh sekelompok orang. Mereka meminta agar kami memarkirkan mobil di lokasi pertigaan itu dan melanjutkan perjalanan dengan menyewa ojeg mereka. Tentu saja permintaan ini agak merepotkan karena kami membawa perlengkapan yang tidak ringan dan tidak mudah dibawa dengan menggunakan motor. Apalagi malam sebelumnya tim kami sudah survei ke lokasi sambil mengurus izin untuk kegiatan rekaman gambar hari ini. Setelah kami menjelaskan ini, akhirnya kedua mobil kami diperkenankan untuk jalan terus menuju Tebing Keraton. Continue reading “Dua Dunia Trans7: Tebing Keraton”

Advertisements