Bagaimana pertanyaan ini: Dimanakah Insitut Teknik Negri harus dibangun? Dapat dijawab selain: di Bandoeng. Disamping pertanyaan ini, pendapat Tillema, ahli kesehatan di pesisir Jawa yang kenal betul kota Bandoeng juga penting. Tillema: “Tiap orang yang pernah tinggal dan bekerja di kota-kota pesisir yang sangat panas dan tidak sehat itu pasti tahu bahwa bekerja di tempat sejuk dengan sedikit nyamuk lebih menarik! Setiap kepala bagian juga tahu bagaimana pegawainya banyak yang sakit tiap tahun. Jumlah pegawai yang sakit tiap hari di pesisir itu banyak. Depresi, malaria dan epidemi lainnya membawa pengaruh buruk kinerja perusahaan dan membuat para manager putus asa.”

“Desain Institut Teknik itu harus di tempat yang dosen dan mahasiswanya dapat bekerja dan belajar dengan nyaman.”

Foto 12

Vergelijkende temperatuurschaal  Batavia – Bandoeng.
Vergelijkende temperatuurschaal Batavia – Bandoeng.

“Di Hindia Belanda hanya ada sedikit kota yang memenuhi persyaratan diatas. Batavia dan Surabaya bisa langsung dicoret sebagai pilihan. Tempat tinggal saya yang lama, Semarang juga menarik untuk tempat tinggal dengan gunungnya tetapi tidak memenuhi syarat lainnya seperti Bandoeng. Dengan berat hati dan sejujurnya, saya ini yang merasa seperti orang Semarang asli, tidak dapat mengusulkan Semarang menjadi lokasi insitut ini. Hanya Bandoeng, dan Bandoeng saja, yang memenuhi syarat dan kebutuhan untuk kesehatan dan lingkungan.”

Continue reading “Bandoeng 1918 – Bagian 2”