10933844_386696264833557_214986958903502471_n

Hari ini berkunjung ke Gua Jepang yang terletak di dalam kompleks Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, di sebelah utara Kota Bandung. Sebagai taman hutan, inilah yang pertama kali didirikan di Hindia Belanda, peresmiannya dilakukan pada tahun 1922.

Sebelum keberadaan taman hutan, di kawasan ini sebelumnya sudah pernah dibuat suatu jalur pemanfaatan air sungai Ci Kapundung untuk keperluan air bersih warga kota. Mulanya dengan membuat sebuah bendungan. Belum diketahui persis kapan waktu pembuatannya tetapi kemungkinan berlangsung di antara 1890 – 1906. Bendungan ini mengalami kerusakan beberapa tahun kemudian. Sisa-sisa bangunannya masih dapat ditemukan di dalam kawasan Tahura di dekat lokasi Curug Koleang.

Tahun 1912 dibangun sebuah bendungan baru yang letaknya sedikit lebih di atas bendungan sebelumnya, di lokasi yang sekarang dikenal dengan nama Bantar Awi. Di sini, aliran Ci Kapundung dibagi dua, satu jalur mengikuti aliran normal Ci Kapundung, satu jalur lainnya dialirkan melalui saluran buatan yang di antaranya menembus tebing membentuk lorong gua. Lorong ini kelak diperbesar, diperbaiki, dan dialihkan fungsinya sebagai gua militer untuk penyimpanan senjata dan pelindung peralatan komunikasi radio menjelang Perang Dunia II. Gua inilah yang kita kenal sebagai Gua Belanda.

Gua Belanda juga menjadi benteng pertahanan terakhir militer Belanda sebelum menyerah kepada Jepang. Militer Jepang melanjutkan pemanfaatan gua sebagai lokasi penyimpanan senjata dan pusat komunikasi radio yang terlindung karena letaknya yang terpencil.

Tidak cukup dengan gua tinggalan Belanda, militer Jepang membangun satu kompleks gua perlindungan lainnya di sebuah tebing lain yang terletak sekitar 100 meter dari Gua Belanda. Di sini Jepang membuat 4 buah pintu masuk dengan jaringan 3 buah lorong penghubung dan beberapa ventilasi gua di lereng tebing. Pada beberapa bagian gua tampak sisa pekerjaan yang belum selesai, beberapa lorong belum tembus. Dugaannya karena Jepang keburu kalah perang dan menyerah kepada Sekutu pada tahun 1945.

Setelah RI merdeka, kompleks taman hutan ini sempat terlupakan. Upaya melanjutkan suatu taman hutan dilanjutkan pada tahun 1960-an. Pada tahun 1965 baru ditemukan keberadaan gua-gua buatan Jepang yang sudah tertutupi oleh semak belukar. Pada tahun itu juga Gubernur Jawa Barat meresmikan keberadaan Taman Hutan Raya ini. Tiga tahun kemudian, Presiden RI pada saat itu meresmikan dan memberinya nama baru, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

___________________
@mooibandoeng

Advertisements