Search

mooibandoeng

Senantiasa Belajar Kenal dan Cinta Kota Bandung

Tag

Touring

Kendan, Limbangan, Kareumbi, Bagian 1

image

(Reblogged dari keluyuran.net)

Sabtu kemarin saya melanjutkan perjalanan mapay2 jalanan baru di sekitar Kendan. Satu2nya bayangan tujuan adalah Kampung Cimulu. Minggu lalu beberapa warga Kendan bilang jalan di dalam hutan jati di belakang sudah dibeton sampai Cimulu dan dapat keluar sampai Cicalengka di jalur Cinulang. Nah ini saja patokannya.

Saya sudah tau nama Kampung Cimulu di dalam kawasan hutan Kareumbi dan pernah berkunjung untuk melihat beberapa lokasi yang dikeramatkan oleh warga. Tentu bukan kekeramatannya yang membuat saya mendatangi tempat itu, melainkan cerita2 di balik kekeramatan yang biasanya menyimpan sejarah lokal.

Saya pernah ke Cigumentong saat perjalanan menembus hutan Kareumbi menuju Sumedang. Dari sana saya mendapatkan informasi tentang perkebunan jeruk di kawasan Kareumbi tempo dulu. Makam orang Belanda  pengelola kebun jeruk  itu ternyata sudah hampir lenyap tertimbun tanah di dekat sebuah bak penampungan di dalan hutan Kareumbi. Dengan bantuan seorang warga asli Cigumentong, saya dapat menemukan makam itu. Entah bagaimana kondisi makam itu sekarang.

Nah kisah jalan tembus dari Kenda ke Cimulu ini yang menggoda saya untuk kembali satu minggu kemudian. Dengan beberapa teman bermotor, saya memulai perjalanan dengan mampir dulu ke kawasan vila Citaman Hill. Nama Citaman sering dihubungan dengan lokasi istana Kerajaan Kendan yang tidak ada bekasnya itu. Di Citaman juga pernah ditemukan sebuah arca Durga (sering disebut juga sebagai arca manik) pada tahun 1909 dan sekarang disimpan di Museum Nasional.

Setelah berkhayal sejenak memiliki salah satu vila Citaman Hill yang memiliki pemandangan sangat indah ke Lingkar Nagreg dan gunung2 di belakangnya, saya segera menembus hutan jati, mengitari Bukit Kendan. Benar, semua badan jalan sudah berlapis beton. Saya tak melihat satu kampung pun di jalur ini sampai tiba di sebuah lokasi yang baru saja dibuka, konon untuk mendirikan sebuah pesantren. Pada plang kecil terbaca nama Desa Simpen, Kecamatan Limbangan.

Seharian ini kami kalau tidak berada di dalam hutan ya di alam terbuka tetapi dengan awan yang cukup tebal, sama sekali tidak dapat menebak2 posisi Kareumbi.

Jpeg
Citaman Hill

Continue reading “Kendan, Limbangan, Kareumbi, Bagian 1”

Jalur Teh

12424557_1700206730191504_1723684084_n

Dua tahun lalu, @komunitasaleut mengadakan perjalanan panjang bermotor dengan judul “Jejak Teh Priangan” yang berlangsung 3 hari 2 malam.

Perjalanan dimulai dengan jalur yang tidak umum, lewat Ibun, Majalaya, lalu ke Cibeureum, Samarang, Garut, Bayongbong, sampai Cikajang. Sebelum Cikajang, suasana perkebunan teh sudah sangat terasa. Hamparan pohonan yang luas dalam kabut dan gerimis bergantian. Lalu Leuweung Gelap, sampai Cisompet dan Pameungpeuk, melewati kebun2 karet.

Berikutnya adalah jalur pantai selatan Jawa bagian barat. Lebih dari 10 lokasi pantai wisata yang cantik semuanya tampak kesepian, shelter2 yang ditinggalkan dan nelayan yang yang sibuk tidak pedulikan rombongan yang lewat. Pantai paling barat adalah Rancabuaya.

Dari sini perjalanan berbelok mengutara menuju Pakenjeng-Bungbulang dan selanjutnya Cisewu. Lagi2 kebun-kebun teh yang luas, dan mungkin ratusan air terjun tanpa pengunjung berjajar di tebing2 pergunungan. Cukul, Pasirmalang, Malabar, sudah serupa kampung halaman yang saban waktu didatangi, entah untuk beristirahat sebentaran atau membawa kelompok wisatawan dari sana-sini.

Lagi-lagi perkebunan teh menjadi hasrat utama perjalanan. Sebelum dan sesudah perjalanan panjang ini, kebun-kebun teh memang selalu menjadi pemikat perjalanan panjang, termasuk ketika membuat rute panjang lainnya mulai dari Ciwidey, Cianjur, pantai selatan, lalu mengutara lewat Cikajang.

Satu cuplikan pemandangan dan pengalaman ini akan dibagikan oleh @mooibandoeng dalam kegiatan “Mengenal Riwayat Preangerplanters” pada hari Minggu, 17 Januari 2016 ini. Sepotong kebun yang menyimpan jejak Preangerplanters, KF Holle dan KAR Bosscha. Info dan pendaftaran: 0896-8095-4394 Biaya kesertaan Rp.250rb.

Blog at WordPress.com.

Up ↑