Search

mooibandoeng

Senantiasa Belajar Kenal dan Cinta Kota Bandung

Tag

Martanagara

Catatan Ci Kapayang 10.11.13

RAA_Martanagara_nuju_janten_Patih_di_Sumedang

RAA Martanagara (1845-1926) adalah Bupati Bandung periode 1893-1918. Karena bukan berasal dari trah Bandung, maka ia mendapat julukan Dalem Panyelang.

27 Juni 1893, seorang Patih yang bertugas di Afdeling Sukapura Kolot diangkat menjadi Bupati Bandung yang kesepuluh, Raden Adipati Aria Martanagara. Ia menggantikan Bupati Bandung kesembilan, Raden Adipati Kusumadilaga, yang wafat dua bulan sebelumnya.

Pengangkatan ini menimbulkan masalah, karena RAA Martanagara bukanlah seorang berdarah Bandung. Selain itu, Patih Bandung, Raden Rangga Somanagara  yang sudah bertugas menggantikan pekerjaan bupati sehari-hari juga merasa kecewa dan marah karena beranggapan telah terjadi penyerobotan hak dalam meneruskan kepemimpinan di Kabupaten Bandung. Raden Rangga Somanagara adalah menantu Bupati Bandung Wiranatakusuma IV atau Dalem Bintang.

Raden Rangga Somanagara merasa seharusnya dialah yang menggantikan Kusumadilaga sebagai Bupati Bandung. Kekecewaan membuat kalap. Somanagara dibantu beberapa kroninya melakukan beberapa percobaan pembunuhan, baik terhadap bupati yang baru maupun pejabat-pejabat Belanda di Bandung. Continue reading “Catatan Ci Kapayang 10.11.13”

Advertisements

Kunjungan Raja Rama V ke Bandung

Perjalanan ke Jawa I

Seperti sudah diceritakan sebelumnya, Chulalongkorn atau Raja Rama V dari Kerajaan Siam pernah tiga kali mengunjungi Pulau Jawa. Masing2 tahun 1871, 1896, dan 1901. Berikut ini ringkasan kisah kunjungannya, terutama di bagian Bandung dan Priangan.

Chulalongkorn2

Perjalanan luar negri Chulalongkorn yang pertama berlangsung dari tanggal 9 Maret 1871 sampai 15 April 1871. Saat itu usia Chulalongkorn masih 18 tahun. Tujuan perjalanannya adalah semacam study-tour, ingin menyaksikan langsung kehidupan masyarakat di negri lain sambil belajar tata pemerintahan negri2 tetangganya. Detil seluruh perjalanan biasanya diceritakan oleh Rama V kepada asistennya yang selalu mengikuti dan diberi tugas mencatat.[1]

Dalam perjalanan pertama ini Rama V menggunakan kapal kerajaan, Pitthayamronnayuth yang bertolak dari Bangkok dan membawa 208 orang penumpang. Kapten kapal, John Bush, yang saat itu menjabat Kepala Pelabuhan Bangkok, adalah satu2nya orang asing dalam kapal itu. Rute perjalanan melewati dan mampir ke Singapura lalu menyusuri pantai timur Sumatra sampai masuk wilayah Kepulauan Seribu dan akhirnya, Batavia. Di Batavia, Rama V disambut oleh banyak pejabat pemerintahan Hindia Belanda. Gubernur Jendral membuat dua surat edaran, “Apa yang Harus Dilakukan Saat Kedatangan Raja Siam” dan “Rangkaian Perjalanan Raja Siam Selama 5 Hari di Batavia”. [2]

Continue reading “Kunjungan Raja Rama V ke Bandung”

Nama Tumbuhan Jadi Nama Jalan/Daerah

Salam
Daun Salam. 1933

Hari ini melalui twitter saya bikin permainan mengumpulkan nama-nama tumbuhan yang dijadikan nama kawasan atau nama jalan di Kota Bandung.
Ya selain bentukan alam seperti bojong, ranca, leuwi, dll, ada banyak juga nama tumbuhan yang saat ini sangat populer sebagai nama tempat sehingga asal nama aslinya yang berupa tumbuhan sudah kurang dikenali lagi.
Sebagai pembuka dan pemancing, saya mengajukan nama2: Binong, Kopo, Biru, Bihbul, Kapayang, dan Kapundung, serta beberapa nama daerah dengan kebon seperti Kebon Kalapa atau Kebon Kawung.

Kepayang
Kepayang. 1933.
Juga dijadikan nama sungai buatan pada masa Bupati Martanagara.
Sungai2 ini mengalir dan mengairi sejumlah taman di pusat kota.

Continue reading “Nama Tumbuhan Jadi Nama Jalan/Daerah”

Blog at WordPress.com.

Up ↑