Search

mooibandoeng

Senantiasa Belajar Kenal dan Cinta Kota Bandung

Tag

Ciburuy

Kropak 632

image

Hana nguni hana mangke
tan hana nguni tan hana mangke
aya ma beuheula aya tu ayeuna
hanteu ma beuheula hanteu tu ayeuna
hana tunggak hana watang
tan hana tunggak tan hana watang
hana ma tunggulna aya tu catangna.

Ada dahulu ada sekarang
bila tidak ada dahulu tidak akan ada sekarang
karena ada masa silam maka ada masa kini
bila tidak ada masa silam tidak akan ada masa kini
ada tonggak tentu ada batang
bila tidak ada tonggak tidak akan ada batang
bila ada tunggulnya tentu ada catangnya.

Kropak 632 dari Kabuyutan Ciburuy.
______________________

Dua baris dari lembar kelima ini sudah lama juga dikutip jadi moto kegiatan2 @KomunitasAleut selama ini: “Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke”.

Continue reading “Kropak 632”

Advertisements

Tour Preangerplanters

image

Artikel di koran PR tentang dua kegiatan @sahabatbosscha dan @mooibandoeng pada akhir pekan lalu. Masing-masing, Sabtu 16 Januari 2016, Bedah Buku Preangerplanters di Institut Francais Indonesia Bandung, Jl. Purnawarman No.32, dan Minggu 17 Januari 2016, Tour Preangerplanters ke Cimurah, Garut dan Pabrik Teh Cisaruni, Cikajang.

Kedua kegiatan sudah terlaksana dengan lancar dan menyenangkan.

Riwayat Preangerplanters

image

Kunjungan ke Pabrik Teh Cisaruni hari Minggu, 17 Januari 2016 kemarin adalah ujung rangkaian kegiatan “Mengenal Riwayat Preangerplanters” yang sudah kami laksanakan dalam 2 minggu ini.

Dua kegiatan pertama berupa #Ngaleut dari @komunitasaleut
pada tanggal 3 & 10 Januari 2016 dengan judul “Jejak Preangerplanters di Kota Bandung”. Dari kegiatan ini terkumpul 24 bangunan dan lokasi yang berhubungan dengan aktivitas Preangerplanters tempo dulu di kota Bandung.

Kegiatan ketiga berupa “Bedah Buku Preangerplanters” pada hari Sabtu, 16 Januari 2016 yang diadakan di Auditorium Institut Francais Indonesia, Bandung, Jl. Purnawarman 32. Hadir dalam acara ini Bpk. Eka Budianta, Bpk. H. Kuswandi Md, Bpk. Kurnadi Syarif-Iskandar, Bpk. Ir. Nugroho, Bpk. Mahasena Putra, Bpk. Taufik Hidayat, Bpk. Sudarsa, Ibu Susan, dan sekitar 40 peserta lainnya.

Sebagai kegiatan keempat atau yang terakhir, berupa kunjungan ke Rumah Bambu di Cimurah untuk melihat arsip2 yang berhubungan dengan sejarah teh di Indonesia dan kunjungan ke Perkebunan Cisaruni di Cikajang untuk melihat jejak2 Karel Frederik Holle serta melihat langsung secara lengkap proses produksi teh.

Kegiatan terakhir ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta dan ditambah dengan tamu2 undangan dari Garut, di antaranya Asgar Muda dari Cigedug, Bpk. Dedi Efendi, Bpk. Darpan, Paguyuban Moka Garut, Komunitas Sanghyang, dan sebuah kelompok seni karinding. Di sini diperkenalkan kembali tradisi masyarakat perkebunan teh yang hampir punah, yaitu nyaneut.

Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini sudah memberikan pengalaman dan tambahan pengetahuan bagi para peserta dan dapat mengamalkannya lebih luas lagi.

Rangkaian kegiatan berikutnya akan segera menyusul, di antaranya kunjungan ke perkebunan di Gambung, Cinyiruan, dan Pasirmalang.

Salam.

Mengenal Riwayat Preangerplanters

Nah, ini kegiatan @mooibandoeng terbaru.

Lengkapnya sebetulnya ada 4 mata acara, 2 kali Ngaleut Jejak Preangerplanters di Bandung yang sudah terlaksana pada hari Minggu tanggal 3 dan 10 Januari 2016 yang lalu dan 2 kegiatan lain pada akhir pekan ini.

Masing-masing adalah:
1) hari Sabtu tanggal 16 Januari 2016 berupa Bedah Buku Preangerplanters yang diadakan di Institut Francais Indonesie (IFI), Jl. Pirnawarman No.32, Bandung. Kegiatan mulai pukul 09.00 sampai 14.00. Sebagai selingan akan ada pemutaran fil dokumenter The Story of Tea (1937) yang meliput berbagai kegiatan perkebunan teh di Malabar. Akan hadir pula sebagai pembicara Bpk. H. Kuswandi Md, SH, Bpk. Eka Budianta, dan Ridwan Hutagalung.

Sudah konfirmasi untuk ikut memberikan materi dan pandangan adalah Bpk. Kurnadi Syarif-Iskandar, sesepuh perkebunan mantan Direktur PTP XIII yang menjadi administratur pribumi pertama di Malabar dan Bpk. ir. Nugroho, Ketua Umum Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Teh Java Preanger.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

2) Kunjungan ke Rumah Bambu yang dirintis oleh Bpk. H. Kuswandi di Cimurah, Garut. Di sini para peserta akan diajak mengenal sejarah perkebunan Priangan secara visual, menyaksikan beberapa artefak yang berhubungan dengan perkebunan teh Priangan, melalui cerita dan foto akan berkenalan dengan silsilah besar dan rumit keluarga-keluarga perkebunan Priangan pada masa Hindia Belanda.

Di Rumah bambu yang nyaman ini para peserta juga akan diajak mengenal kembali tradisi lama yang sudah nyaris punah, yaitu nyaneut, bersama-sama dengan Asgar Muda dan Moka Garut. Akan ikut hadir di Rumah Bambu adalah seorang pengamat sejarah Garut, Dedi Effendi dan Darpan, seorang sastrawan.

Dari Rumah Bambu, peserta akan beranjak menuju perkebunan teh di kawasan Cikajang. Di sini para peserta dapat melihat langsung kehidupan sehari-hari para pekerja perkebunan teh di rumah-rumah tinggalnya masing-masing yang masih berbentuk rumah bilik tradisional. Di tengah perkebunan juga terdapat sebuah patung salah satu Preangerplanters yang cukup terkenal dan ikut berperan dalam pengembangan Kota Bandung. Bagi yang jeli, tentu dapat mengetahui bahwa patung yang serupa pernah juga berdiri di Alun-alun Kota Garut pada masa sebelum kemerdekaan. Holle malah seringkali juga disebut bila membicarakan sejarah kontemporer Sunda. Kenapa? Tunggu saja cerita-ceritanya.

Sampai jumpa dalam dua kegiatan ini.

Salam.

IMG-20160112-WA0061

IMG-20160113-WA0038

IMG_2702

IMG_1786

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑