Search

mooibandoeng

Senantiasa Belajar Kenal dan Cinta Kota Bandung

Category

Preangerplanters

Pasir Junghuhn

12555983_1105901679454841_1931221710_n

Pabrik Teh Pasir Junghuhn.

Dulunya pabrik kina, tapi sekarang sudah tidak ada kebun kina di sini. Dulu pabrik ini berdiri sendiri, tapi sekarang menjadi bagian perkebunan lain yang lebih besar. Setelah pabrik, masih ada jalan batu rusak menuju kampung terakhir di kawasan ini, Srikandi. Setelah itu hutan dan gunung yang berbatasan dengan Kab. Garut. Di depan pabrik ada sebuah rumah sakit, RS Pasir Junghuhn, yang terpencil dan sepi. Hari ini hanya ada tujuh pasien di sana. Tak ada orang lalu-lalang, hanya seorang petugas keamanan yang terlihat sedang ngoprek gadgetnya. Tidak butuh waktu lama untuk mengelilingi RS dan pabrik dengan nama sama ini.

Di bawah, sebuah rumah tua yang tersambung dengan rumah dinas bergaya kolonial masih berdiri, namun tanpa penghuni. Warga pikir saya mau uji nyali di sana. Tidak. Saya jalan2 saja, lihat2 masa lalu.

Advertisements

A Cup of Java

image

Chicago, 1893.

Hari itu, tanggal 1 Mei, perhelatan internasional World’s Fair: Columbian Exposition dibuka. Kegiatan ini diadakan untuk merayakan  400 tahun “penemuan” dunia baru oleh Christopher Columbus: Amerika.

Untuk ajang pameran berskala raksasa ini disediakan lahan seluas 280 hektar yang akan diisi oleh 46 negeri dari penjuru dunia. Pameran ini berlangsung selama 6 bulan penuh sampai hari penutupan pada tanggal 30 Oktober 1893. Tercatat ada 27.300.000 pengunjung yang datang.

Ada banyak keunikan dalam pameran akbar ini, di antaranya kehadiran bangunan-bangunan tiruan semacam yang dapat dilihat dalam skala kecil di Jaarbeurs Bandoeng lebih 20 tahun kemudian. Di Chicago hadir Teater Persia, Istana Moor, perkampungan orang Lapland, atau Benteng Donegal.

Dimulai dari hari itu di benua baru, Java identik dengan kopi.

Continue reading “A Cup of Java”

Kropak 632

image

Hana nguni hana mangke
tan hana nguni tan hana mangke
aya ma beuheula aya tu ayeuna
hanteu ma beuheula hanteu tu ayeuna
hana tunggak hana watang
tan hana tunggak tan hana watang
hana ma tunggulna aya tu catangna.

Ada dahulu ada sekarang
bila tidak ada dahulu tidak akan ada sekarang
karena ada masa silam maka ada masa kini
bila tidak ada masa silam tidak akan ada masa kini
ada tonggak tentu ada batang
bila tidak ada tonggak tidak akan ada batang
bila ada tunggulnya tentu ada catangnya.

Kropak 632 dari Kabuyutan Ciburuy.
______________________

Dua baris dari lembar kelima ini sudah lama juga dikutip jadi moto kegiatan2 @KomunitasAleut selama ini: “Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke”.

Continue reading “Kropak 632”

Risa Sarasvati

12407386_169607003406356_736641379_n

Namanya Risa Sarasvati, penyanyi dan penulis novel bertema mistis. Risa bersama dua rekannya tak ketinggalan mengikuti Tour Preangerplanters ke Garut-Cikajang pada tanggal 17 Januari 2016 lalu. Pada saat pembukaan, Risa bercerita kebetulan saat ini sedang membaca buku “Sang Juragan Teh” dan punya keinginan untuk melihat jejak-jejak para pengusaha teh Priangan tempo dulu itu langsung ke lokasinya. Lalu berangkatlah Risa Sarasvati dkk.

Risa tidak banyak bicara, hanya sesekali membuat foto2, dan cenderung dapat menghilang tak terperhatikan. Di bagian akhir perjalanan, baru saya tahu dari ceritanya sendiri, Risa “dapat melihat” yang tak terlihat. Mungkin karena itu Risa sibuk dengan dunianya.

Saat ini Risa sedang dalam proses menulis novel ke-7 dengan tokoh bernama Peter entah siapa untuk buku “Peter”. Peter mungkin seseorang yang masa hidupnya antara 1873- 1918 sesuai dengan periode yang diceritakan dalam novel “Sang Juragan Teh” karya Hella S. Haasse.

Saya rasa Risa sudah melihat cukup banyak yang tak terlihat saat berada di Cisaruni, Cikajang. Semoga dapatkan inspirasi segar. Yang jelas, saya yang dapat beberapa inspirasi untuk kegiatan berikutnya, mungkin dapat dijalankan bersama.

Pembangkit Listrik Malabar

12479213_174531079577330_286134544_n

Pembangkit listrik tua di Malabar, angka tahunnya sebelum 1900, letaknya agak di perdalaman yang harus ditempuh melewati punggungan gunung dan hutan. Secara jarak sebetulnya tidak terlalu jauh dari rumah tinggal pendirinya, KAR Bosscha, tapi akses jalan yang sulit membuatnya terkesan sangat terpencil, apalagi letaknya di dasar sebuah lembah yang sempit.

Yang sehari2 tinggal menjaga di sini ada tiga orang pegawai, secara bergantian setiap pagi salah satu dari mereka pergi ke kampung terdekat untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari. Tidak ada hari libur bersama untuk ketiga pegawai karena setiap hari harus ada yang memantau kerja mesin2 di dalam bangunan itu.

Dalam waktu dekat, @mooibandoeng akan mengajak Anda berkunjung ke tempat ini.

Proses Teh

12568073_1689629001321099_502941887_n

Pak Sudarsa menjelaskan istilah2 dan proses2 yang berhubungan dengan produksi teh, mulai dari istilah2 untuk jenis daun, lalu pemetikan sampai proses akhir saat teh sudah siap diseduh dan diminum. Foto ini saat para peserta berada di ruang pelayuan di lantai 2 pabrik. Ternyata sebagian peserta menikmati sekali penjelasan tentang proses2 yang dilakukan di dalam pabrik. Banyak cerita yang membuat kawan2 merasa baru tercerahkan setelah sekian lama kenal dan minum teh.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑