image
Foto @KomunitasAleut

Oleh @tiarahmii

Drs. R.M.P. Sosrokartono
Walaupun nama beliau sama besarnya dengan Sang Adik, R.A. Kartini, namun sosok beliau tidak sepopuler Sang Adik dalam ingatan masyarakat Indonesia.

Setelah 29 tahun hidup di Eropa, Sosrokartono memutuskan pulang dan menetap ke Hindia Belanda. Kota pilihannya adalah Bandung. Sosrokartono mendirikan sebuah rumah panggung terbuat dari kayu berdindingkan bambu yang terletak di Poengkoerweg No 19. Rumah itu diberi nama Darussalam yang berarti “Rumah Kedamaian”.

Darussalam sering juga digunakan sebagai tempat berkumpul tokoh-tokoh pergerakan seperti Soekarno, dan Abdoel Rachim, kelak akan jadi mertua Mohamad Hatta. Partai Nasional Indonesia dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisastie juga sering menggunakan gedung ini sebagai tempat pertemuan.

Tidak hanya menjadi rumah tinggal, Darussalam juga berfungsi sebagai balai pengobatan. Media pengobatan yang diterapkan oleh Sosrokartono dengan air putih yang dicelupkan kertas bertuliskan huruf Alif. Tak heran, Sosrokartono di Bandung dikenal sebagai dokter Cai atau dokter Alif.

Untuk menghilangkan kejenuhan orang-orang yang harus antre untuk berobat, Sosrokartono menyediakan sebuah ruangan perpustakaan di dalam bangunan Darussalam yang dikenal sebagai perpustakaan Taman Siswa. Buku-buku yang terdapat perpustakaan tersebut merupakan sumbangan dari dua orang insinyur perusahaan kereta api Staats Spoorwegen, tiga orang partikelir bangsa Belanda, dua orang wanita Belanda, tiga orang Jawa, dan seorang Tionghoa. Semboyannya “Tanpo rupo tanpo sworo, yang berarti tidak berwarna, tiada perbedaan, tiada perselisihan”.

Darussalam sering juga digunakan sebagai tempat berkumpul tokoh-tokoh pergerakan seperti Soekarno, dan Abdoel Rachim, kelak akan jadi mertua Mohamad Hatta. Partai Nasional Indonesia dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisastie juga sering menggunakan gedung ini sebagai tempat pertemuan.

R.M.P. Sosrokartono menghembuskan nafas terakhir di Darussalam pada 8 Februari 1952.  Sebagai penghormatan, Soekarno memerintahkan AURI untuk mengantarkan jenazah Sosrokartono ke kampung halamannya di Semarang, dan selanjutnya dimakamkan di pemakaman keluarga Sedo Mukti, Kudus.

 

Foto dari @KomunitasAleut

Advertisements