Nostalgia Bandoeng Tempo Doeloe tidaklah selalu menyenangkan.
Ada banyak kesuraman yang jarang ditampilkan di masa kini.
Apa lagi nasib perempuan…

Cerita berikut ini saya cuplik dari Wawacan Carios Munada (Mas Kartadinata).

Saat menjabat sebagai Asisten Residen Priangan, C. Wilhelm August Nagel masih seorang bujangan. Perawakannya yang bagus kadang membutuhkan pasangan, karena itu ia memohon seorang perempuan dari Bupati Bandung.

Bupati Bandung meminjamkan seorang selirnya untuk digunakan oleh Asisten Residen Nagel. Selir itu setiap malam pergi ke rumah asisten residen, dan siang harinya kembali ke Pendopo Kabupaten.

Lama-kelamaan, sang selir mengandung. Nagel tidak ingin mengakui anaknya. Setelah bermusyawarah dengan bupati, disepakati bahwa sang selir akan dinikahi oleh bupati dan bayi dalam kandungan itu pun akan diakui sebagai anak Bupati Bandung. Sang selir mendapat hadiah 100 gulden dari asisten residen.

Kemudian bayi itu lahir dan diberi nama Raden Adilaga. Bayi ini berkembang menjadi anak yang tampan dan pandai. Kulitnya putih seperti orang Belanda. Di masa dewasanya, ia menjadi Wedana Ujungberung.

Foto dari Tropen Museum
Foto pinjam dari Tropen Museum
Advertisements