Search

mooibandoeng

Senantiasa Belajar Kenal dan Cinta Kota Bandung

Month

May 2013

Prof. Kemal Charles Prosper Wolff Schoemaker

Repost
48a
Para peminat sejarah kolonialisme di Hindia Belanda dan terutama Bandung, tentunya tak asing dengan nama Wolff Schoemaker. Beliau adalah arsitek yang banyak merancang gedung-gedung monumental di Bandung. Dapat disebutkan beberapa karyanya yang terkemuka seperti Villa Isola, Hotel Preanger, Gedung Merdeka, Peneropongan Bintang Bosscha, Bioskop Majestic, Landmark Building, Gedung Jaarbeurs, Penjara Sukamiskin, Gereja Bethel, Katedral St. Petrus, Mesjid Raya Cipaganti, dan banyak lagi yang lainnya. Demikian banyak karyanya diBandungsehingga seorang pakar arsitektur dari Belanda, H.P. Berlage, pernah mengatakan bahwa Bandung adalah “kotanya Schoemaker bersaudara”. Ya, Wolff Schoemaker memang memiliki seorang kakak yang juga terpandang dalam dunia arsitektur masa kolonial, yaitu Richard Schoemaker.

Continue reading “Prof. Kemal Charles Prosper Wolff Schoemaker”

Sekilas Geusan Ulun (1558-1601)

Image

Repost

Gara2 diingatkan pengalaman beberapa waktu lalu berkunjung ke situs makam Dayeuhluhur di Sumedang, jadi ingat postingan ini. Pada publikasi lama cerita ini pernah diprotes oleh mereka yang punya versi cerita berbeda. Tapi saya memang tidak mempunyai pendapat apa pun dan tidak menambahkan apa pun dalam/tentang cerita ini, sepenuhnya hanya mencoba mengenalkan ulang satu tokoh sejarah yang namanya dipakai sebagai salah satu nama jalan di pusat kota Bandung.

Pangeran Angkawijaya bergelar Prabu Geusan Ulun (1558-1601 M) adalah raja Sumedanglarang ke-9 yang bertahta pada 1578-1601 M. Ibunya, Satyasih atau Ratu Inten Dewata (lebih populer dengan gekar Ratu Pucuk Umun) adalah raja Sumedanglarang ke-8. Ratu Pucuk Umun menikah dengan Raden Solih (Ki Gedeng Sumedang atau lebih populer dengan gelar Pangeran Santri), cucu dari Pangeran Panjunan. Pangeran Santri kemudian menggantikan Ratu Pucuk Umun sebagai Raja Sumedanglarang dengan gelar Pangeran Kusumahdinata I dan memerintah pada 1530-1578 M.

Continue reading “Sekilas Geusan Ulun (1558-1601)”

Jalan dengan Nama2 Dokter di Bandung

Di Bandung terdapat satu kawasan yang nama jalanannya menggunakan nama2 dokter, baik nasional maupun internasional. Kawasan ini terletak di sekitar Rumah Sakit Hasan Sadikin dan Bio Farma. Kadang2 orang menyebutnya kawasan Cipaganti berdasarkankan nama jalan utama di situ. Nah, siapa saja dokter yang namanya (pernah) dijadikan nama2 jalan itu? Ini cerita2 ringkasnya.

Image
Beberapa nama dokter di dalam kompleks jalan kedokteran di sekitar Bio Farma sebenarnya merupakan para pendiri perkumpulan kebangsaan Boedi Oetomo (20 Mei 1908). Mereka adalah Wahidin Soediro Hoesodo, Soetomo, Radjiman Wediodiningrat, Goenawan Mangoenkoesoemo, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Soewardi Soerjaningrat. Mereka semua adalah dokter-dokter yang lulus dari Sekolah Dokter Jawa atau STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen).

Tidak semua nama mereka saya temukan menjadi nama jalan di kawasan yang sama, misalnya apakah memang tidak pernah terdapat nama jalan Soetomo atau Soewardi (Soerjaningrat) atau apakah nama jalan tersebut pernah ada namun sudah berganti dengan nama jalan baru?

Continue reading “Jalan dengan Nama2 Dokter di Bandung”

Nama Tumbuhan Jadi Nama Jalan/Daerah

Salam
Daun Salam. 1933

Hari ini melalui twitter saya bikin permainan mengumpulkan nama-nama tumbuhan yang dijadikan nama kawasan atau nama jalan di Kota Bandung.
Ya selain bentukan alam seperti bojong, ranca, leuwi, dll, ada banyak juga nama tumbuhan yang saat ini sangat populer sebagai nama tempat sehingga asal nama aslinya yang berupa tumbuhan sudah kurang dikenali lagi.
Sebagai pembuka dan pemancing, saya mengajukan nama2: Binong, Kopo, Biru, Bihbul, Kapayang, dan Kapundung, serta beberapa nama daerah dengan kebon seperti Kebon Kalapa atau Kebon Kawung.

Kepayang
Kepayang. 1933.
Juga dijadikan nama sungai buatan pada masa Bupati Martanagara.
Sungai2 ini mengalir dan mengairi sejumlah taman di pusat kota.

Continue reading “Nama Tumbuhan Jadi Nama Jalan/Daerah”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑